Apa itu Keputihan?
Keputihan
dikalangan medis dikenal dengan istilah leukore atau fluor albus,
yaitu keluarnya cairan dari vagina. Leukore adalah semua pengeluaran
cairan dari alat genetalia yang bukan darah tetapi merupakan manifestasi klinik
berbagai infeksi, keganasan.
Pengertian
lebih khusus keputihan merupakan infeksi jamur kandida pada genetalia
wanita dan disebabkan oleh organisme seperti ragi yaitu candida albicans.
Keputihan
dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan
keputihan abnormal (patologis). Keputihan normal dapat terjadi pada masa
menjelang dan sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke
10-16 saat menstruasi, juga terjadi melalui rangsangan seksual. Keputihan
abnormal dapat terjadi pada semua alat genitalia (infeksi bibir kemaluan, liang
senggama, mulut rahim, rahim dan jaringan penyangga, dan pada infeksi penyakit
hubungan seksual).
Bahaya
Keputihan?
1. Infeksi
chlamydia dapat menyebabkan terjadinya keguguran, pecah selaput ketuban dini. Infeksi
ini bisa berakhir pada kematian pada ibu dan anak bila tidak ditangani dengan
benar dan segera.
2. Infeksi
virus herpes simplex apat menyebabkan
radang pada otak bayi.
3. Infeksi
jamur candida dapat meningkatkan resiko terjadinya ayan.
4. Infeksi
virus HPV dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang
meyebabkan gangguan pencernaan bayi hingga kematiian
5. Infeksi
bakteri neisserea gonorhoea dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga
terjadi kebutaan
Gejala-gejala
Keputihan ?
1. Keluar
cairannya berlebihan seperti menstruasi
2. Cairannya
kental dan berbau busuk
3. Berwarna
kuning hingga kehijauan
4. Munculnya
rasa panas pada vagina
Penyebab
Keputihan?
Infeksi yang disebabkan oleh :
a. Bakteri (kuman)
·
Gonococcus
Bakteri
ini menyebabkan penyakit akibat hubungan seksual, yang paling sering ditemukan
yaitu gonore. Pada laki-laki penyakit ini menyebabkan kencing nanah,
sedangkan pada perempuan menyebabkan keputihan.
·
Chlamydia trachomatis
Keputihan
yang ditimbulkan oleh bakteri ini tidak begitu banyak dan lebih encer bila
dibandingkan dengan penyakit gonore.
·
Gardnerella vaginalis
Keputihan
yang timbul oleh bakteri ini berwarna putih keruh keabu-abuan, agak lengket dan
berbau amis seperti ikan, disertai rasa gatal dan panas pada vagina.
b. Jamur Candida
Candida
merupakan penghuni normal rongga mulut, usus besar, dan vagina. Bila jamur
candida di vagina terdapat dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keputihan yang
dinamakan kandidosis vaginalis. Gejala yang timbul sangat bervariasi,
tergantung dari berat ringannya infeksi. Cairan yang keluar biasanya kental,
berwarna putih susu, dan bergumpal seperti kepala susu atau susu pecah,
disertai rasa gatal yang hebat, tidak berbau dan berbau asam. Daerah vulva (bibir
genitalia) dan vagina meradang disertai maserasi, fisura, dan
kadang-kadang disertai papulopustular.
Keputihan
akibat Candida terjadi sewaktu hamil maka bayi yang dilahirkan melalui
saluran vagina pun akan tertular. Penularan terjadi karena jamur tersebut akan
tertelan dan masuk kedalam usus. Dalam rongga mulut, jamur tersebut dapat
menyebabkan sariawan yang serius jika tidak diberi pengobatan. Pada suatu saat
jamur yang tertelan tadi akan menyebar ke organ lain, termasuk ke alat kelamin
dan menimbulkan keputihan pada bayi perempuan.
c. Parasit
Parasit
ini menimbulkan penyakit yang dinamakan trikomoniasis. Infeksi akut
akibat parasit ini menyebabkan keputihan yang ditandai oleh banyaknya keluar
cairan yang encer, berwarna kuning kehijauan, berbuih menyerupai air sabun, dan
baunya tidak enak. Meskipun dibilas dengan air, cairan ini tetap keluar.
Keputihan akibat parasit ini tidak begitu gatal, namun vagina tampak merah,
nyeri bila ditekan, dan pedih bila kencing. Kadang–kadang terlihat
bintik–bintik perdarahan seperti buah strawberry. Bila keputihan sangat banyak,
dapat timbul iritasi di lipat paha dan sekitar bibir genitalia. Pada infeksi
yang telah menjadi kronis, cairan yang keluar biasanya telah berkurang dan
warnanya menjadi abu–abu atau hijau muda sampai kuning.
Parasit
lain yang juga menyebabkan keputihan adalah cacing kremi. Cacing ini biasanya
menyerang anak perempuan umur 2–8 tahun. Infeksi terjadi akibat sering bermain
di tanah, atau penjalaran cacing dari lubang dubur ke alat genital. Keputihan
akibat cacing kremi dasertai rasa gatal, sehingga anak sering menggaruk
genitalianya sampai menimbulkan luka.
d. Virus
Keputihan
akibat infeksi virus sering disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (VHS)
tipe 2 dan Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi HPV telah terbukti dapat
meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis, dan vulva. Sedangkan virus herpes
simpleks tipe 2 dapat menjadi faktor pendamping.
Keluhan
yang timbul pada infeksi VHS tipe 2 berupa rasa terbakar, nyeri, atau rasa
kesemutan pada tempat masuknya virus tersebut. Pada pemeriksaan tampak
gelembung–gelembung kecil berisi vesikel (cairan), berkelompok, dengan
dasar kemerahan yang cepat pecah dan membentuk tukak yang basah. Kelenjar limfe
setempat teraba membesar dan nyeri. Pada perempuan, penyakit ini dapat disertai
keluhan nyeri sewaktu kencing, keputihan, dan radang di mulut rahim. Pencetus
berulangnya penyakit ini adalah stres, aktivitas seks, sengatan matahari,
beberapa jenis makanan, dan kelelahan.
Penyebab lain keputihan selain infeksi :
a. Benda
asing dalam vagina
ü
biji–bijian atau kotoran yang berasal dari tanah
ü
tampon
ü
kondom yang tertinggal didalam akibat lepas saat
melakukan senggama
ü cincin
pesarium yang dipasang pada penderita hernia organ kandungan (prolaps uteri)
ü IUD
pada perempuan yang ber-KB spiral
b. Penyakit organ kandungan
Ø
peradangan
Ø
tumor → papiloma, sering menyebabkan
keluarnya cairan encer, jernih, dan tidak berbau
Ø
kanker → kanker serviks (leher rahim),
cairan yang keluar bisa banyak disertai bau busuk dan kadang disertai darah.
Cara
mencegahan keputihan?
1. Menjaga
kebersihan, diantaranya:
a. Mencuci
bagian vulva (bagian luar vagina) setiap hari dan menjaga agar tetap kering
untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.
b. Saat
menstruasi biasakan mengganti pembalut apabila sudah terasa basah dan lembab
c. Menggunakan
sabun non parfum saat mandi untuk mencegah timbulnya iritasi pada vagina
d. Menghindari
penggunaan cairan pembersih kewanitaan yang mengandung deodoran dan bahan kimia
terlalu berlebihan, karena hal itu dapat mengganggu pH cairan kewanitaan dan
dapat merangsang munculnya jamur atau bakteri
e. Setelah
buang air besar, bersihkan dengan air dan keringkan dari arah depan ke belakang
untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina
f. Menjaga
kuku tetap bersih dan pendek. Kuku dapat terinfeksi Candida akibat
garukan pada kulit yang terinfeksi. Candida yang tertimbun dibawah kuku
tersebut dapat menular ke vagina saat mandi atau cebok.
2. Memperhatikan
pakaian, diantaranya:
a) Apabila
celana dalam yang dipakai sudah terasa lembab sebaiknya segera diganti dengan
yang kering dan bersih
b) Menghindari
pemakaian pakaian dalam atau celana panjang yang terlalu ketat karena dapat
meningkatkan organ kewanitaan
c) Tidak
duduk dengan pakaian basah (misalnya: selesai olahraga dan selesai renang
karena jamur lebih senang pada lingkungan yang basah dan lembab
d) Menggunakan
pakaian dalam dari bahan katun karena katun menyerap kelembaban dan menjaga
agar sirkulasi udara tetap terjaga.
3. Mengatur
gaya hidup, diantaranya:
a. Menghindari
seks bebas atau berganti–ganti pasangan tanpa menggunakan alat pelindung
seperti kondom
b. Mengendalikan
stres
c. Rajin
berolahraga agar stamina tubuh meningkat untuk melawan serangan infeksi
d. Mengkonsumsi
diit yang tinggi protein. Mengurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat karena
dapat mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan
e. Menjaga
berat badan tetap ideal dan seimbang. Kegemukan dapat membuat kedua paha
tertutup rapat sehingga mengganggu sirkulasi udara dan meningkatkan kelembaban
sekitar vagina
f. Apabila
mengalami keputihan dan mendapatkan pengobatan antibiotik oral (yang diminum)
sebaiknya mengkonsumsi antibiotik tersebut sampai habis sesuai dengan yang
diresepkan agar bakteri tidak kebal dan keputihan tidak datang lagi
g. Apabila
mengalami keputihan yang tidak normal segera datang ke fasilitas pelayanan
kesehatan agar segera mendapatkan penanganan dan tidak memperparah keputihan.


No comments:
Post a Comment